Infinity

Kau tak layak ada karena perasaan enggan sendiri.
Tapi karena adanya keutuhan yang tercermin.


Atas Doa Beliau

Adakah saat kau merasa,
Kau malas berlebih hingga kantuk terasa
Lelap mengambil alih diri
Hingga hal penting terasa tak berarti

Adakah saat kau merasa,
Dirimu yang terlelap terjaga
Dunia sekitar memudar
Beban yang kau pinggul berpencar

Kau bangun dari lelapmu
Layak tersadar sesuatu
Hari-hari di masa kecil terngiang
Dengan nenek yang menggendong dari belakang

Itu bukan keriput kataku
Hanya garis-garis senyum yang menumpuk
Beliau bangga
Beliau terlihat lega

Adakah saat kau merasa,
Saat mendung di langit berubah
Saat dunia seakan tidak ada dipihakmu
Akan selalu ada orang yang mendoakan kebahagiaanmu

Dan atas perasaan itu,
Adakah saat kau merasa terpacu?
Atas doa Beliau ku kan maju


Kasmaran

citrarudyanto:

Kau sebut apa derap pacuan hati yang bernyanyi?
Terdiam pun bahkan tak lagi jadi sunyi
Diri jadi tak biasa
Sedang kebiasaan jadi terlihat menakjubkan

Kau sebut apa lamunan yang terisi wajah seseorang?
Berkaca tak terlihat yang serupa
Menghitung waktu jadi seperti selamanya
Sedang selama…

Via Sang Pelamun

Entah ini apa

  • Saya: ini tuh kayak lagi nahan kentut pas wudhu. Bingung mau dikeluarin aja apa di tahan.
  • Diky: tahan aja bul entar batal


Hai pengagum rahasia,
Atau boleh kusebut pengagum seorang pengagum rahasia
Karena ya, aku sedang mengagumi seseorang
Tapi secara diam diam, dibalik sebuah layar, dan dalam hati aku selalu terpukau olehnya.

Terima kasih atas bunganya, indah sekali. Merah adalah warna kesukaanku. Sepertinya sudah jadi rahasia umum. Tapi izinkan aku disini bercerita, tentangnya yang kupendam rasa ini.

Aku jatuh hati pada seseorang yang hanya bisa kulihat punggungnya. Awal Juni yang sibuk, mengantarkan ku untuk bisa mengetahui nama nya. Aku jatuh hati padanya berminggu-minggu selanjutnya, dengan tetap membungkam rasa padahal menjerit di dada. Ini kali pertama nya aku merasakan pengalaman seperti ini, jatuh hati pada seseorang, dan otak serasa dibungkam oleh kebisuan karena minder yang mendera diri sendiri. Aku tahu minder hanya bagi orang yang tidak percaya diri, tapi saat ini aku memang sedang tidak percaya diri. Namun, minggu-minggu itu menjadi minggu yang bersemangat dan berbahagia bagiku, nama itu kadang muncul dan mengembangkan senyum konyol di wajah. Lalu, muncullah sebuket bunga mawar merah. Kejutan! Tapi pengirim itu kamu, ya si-pengagum-rahasia-dari-seorang-pengagum-rahasia. Selalu terbesit dipikiran jika yang mengirimkan sebuket mawar berwarna kebahagiaan ini dirinya yang membuatku jatuh hati, tapi kebetulan apa yang bisa terjadi seperti itu? Atau jalan Tuhan? Hanya Dia dan dia yang tahu.

Lelaki itu sungguh berbahaya.
Dia mengacak-acak pikiranku akan karya dan kata-kata yang tercipta menjadi tentangnya. Untuknya. Teruntuknya. Aku tak pandai dalam merangkai kata-kata dan menyatakan sesuatu. Walau aku tahu, betapa indahnya kesederhanaan nikmat berkata jujur. Aku tahu. Andai berkata jujur semudah itu, di dekatnya aku tidak akan bertingkah bisu dan tercekat sehingga memalingkan muka dan memulai sandiwara picisan. Aku hanya mati gaya sepertinya.

Tapi hanya dengan melihat wajahnya, dia ada disana, disuatu tempat, bisa berkata dan melakukan kegiatan itu sudah lebih dari cukup. Memendam tak terlalu buruk.
Jangan sampai kemanusiaan merenggut kepuasan ini.
Dimana manusia tak pernah puas akan sebuah kesuksesan dan ingin meraih yang lebih tinggi lagi.
Dan aku seorang manusia.


Kebisuan

citrarudyanto:

"Kebisuan apa yang lebih begitu tajam dari kehilangan suara atas rasa?"

Pelan dalam lamunanku, kau ada
Diam di dekatku, kau bisu saja
Hati pernah berkata sekali waktu
Mengucap titah kebenaran rasaku

Dilingkar biru kelambu
Aku pernah mencoba berkata-kata lewat senyap
Namun kau lenyap,…

Via Sang Pelamun

Cinta Buta

citrarudyanto:

Selayaknya mata yang menggelapi tatap
Kau bunga semabuk asmara
Kias jadi malam
Malam sehangat petang

Via Sang Pelamun

Bea Cukai Sembilan Belas

Fauziah Nur Ramadhan



Good night, sleep tight.

Fauziah Nur Ramadhan
26th June 2014



Monday’s feeling


123
To Tumblr, Love PixelUnion
Site Counter
Site Web Counter